Banjarbaru lagi-lagi jadi sorotan. Kali ini, Pemerintah Kabupaten Banjar, lewat Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip), lagi serius banget nih membenahi urusan arsip. Buktinya, mereka baru aja gelar rapat koordinasi yang fokus banget sama peningkatan kapasitas kearsipan.
Acara yang mengusung tema keren ‘Penguatan Kapasitas Unit Kearsipan dan Unit Pengolah dalam Mewujudkan Tata Kelola Arsip yang Akuntabel dan Berkelanjutan’ ini dibuka langsung oleh Bupati Banjar, H Saidi Mansyur. Tentunya, beliau diwakili sama Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Dian Marliana. Ngobrolin soal arsip, mereka juga ditemani sama Kepala Dispersip, Hj Kencana Wati.
Biar makin mantap, mereka gandeng narasumber dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Pesertanya juga nggak main-main, perwakilan dari semua SKPD di Kabupaten Banjar hadir untuk menyerap ilmu.
Dian Marliana nyebutin, urusan tata kelola arsip di Banjar itu dituntut makin jago. Ini penting banget buat penilaian indeks pengawasan kearsipan dan biar patuh sama aturan pemerintah pusat. Katanya sih, keberhasilan ini bukan cuma tugas Dispersip, tapi tanggung jawab bareng semua unit kerja.
Memang sih, kata Dian, masih ada tantangan di beberapa dinas, misalnya penataan arsip yang belum rapi-rapi amat atau belum dimanfaatin maksimal buat ngelayanin masyarakat. Makanya, Pemkab Banjar punya jurus jitu: ubah pola pikir, satukan visi, pacu aplikasi Srikandi, patuhi aturan, lindungi arsip vital, dan perkuat SDM.
Harapannya, setelah rapat ini, semua makin kompak dan punya rencana aksi yang jelas buat bikin kearsipan Banjar makin profesional. Hj Kencana Wati nambahin, arsip itu bukti otentik kinerja pemerintahan, jadi memang harus dikelola dengan serius.
Hebatnya lagi, dari evaluasi ANRI sebelumnya, Kabupaten Banjar ternyata udah nangkring di posisi lima besar nasional untuk urusan kearsipan. Keren kan? Nilai auditnya aja mayoritas ‘B’, malah ada yang tembus ‘A’.
Dengan kerjasama yang solid antara Dispersip, SKPD, dan bimbingan dari ANRI, Pemkab Banjar optimis banget tahun ini bisa tembus tiga besar nasional. Apalagi, Kabupaten Banjar ini dinobatkan jadi salah satu pelopor pertama yang pakai aplikasi Srikandi. Transaksi kearsipan elektroniknya aja udah signifikan banget!
Andriea Salamun, sang narasumber dari ANRI, juga ngapresiasi banget upaya Pemkab Banjar. Menurutnya, ini bukti nyata komitmen mereka buat ngelola administrasi modern. Selain Srikandi, sinergi antara dinas dan Dispersip juga ditekankan biar arsip bisa jadi memori kolektif daerah yang bermanfaat buat masyarakat luas.




