Blog

  • Pemkab Banjar Ngebut Kejar Tiga Besar Nasional Tata Kelola Arsip

    Pemkab Banjar Ngebut Kejar Tiga Besar Nasional Tata Kelola Arsip

    Banjarbaru lagi-lagi jadi sorotan. Kali ini, Pemerintah Kabupaten Banjar, lewat Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip), lagi serius banget nih membenahi urusan arsip. Buktinya, mereka baru aja gelar rapat koordinasi yang fokus banget sama peningkatan kapasitas kearsipan.

    Acara yang mengusung tema keren ‘Penguatan Kapasitas Unit Kearsipan dan Unit Pengolah dalam Mewujudkan Tata Kelola Arsip yang Akuntabel dan Berkelanjutan’ ini dibuka langsung oleh Bupati Banjar, H Saidi Mansyur. Tentunya, beliau diwakili sama Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Dian Marliana. Ngobrolin soal arsip, mereka juga ditemani sama Kepala Dispersip, Hj Kencana Wati.

    Biar makin mantap, mereka gandeng narasumber dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Pesertanya juga nggak main-main, perwakilan dari semua SKPD di Kabupaten Banjar hadir untuk menyerap ilmu.

    Dian Marliana nyebutin, urusan tata kelola arsip di Banjar itu dituntut makin jago. Ini penting banget buat penilaian indeks pengawasan kearsipan dan biar patuh sama aturan pemerintah pusat. Katanya sih, keberhasilan ini bukan cuma tugas Dispersip, tapi tanggung jawab bareng semua unit kerja.

    Memang sih, kata Dian, masih ada tantangan di beberapa dinas, misalnya penataan arsip yang belum rapi-rapi amat atau belum dimanfaatin maksimal buat ngelayanin masyarakat. Makanya, Pemkab Banjar punya jurus jitu: ubah pola pikir, satukan visi, pacu aplikasi Srikandi, patuhi aturan, lindungi arsip vital, dan perkuat SDM.

    Harapannya, setelah rapat ini, semua makin kompak dan punya rencana aksi yang jelas buat bikin kearsipan Banjar makin profesional. Hj Kencana Wati nambahin, arsip itu bukti otentik kinerja pemerintahan, jadi memang harus dikelola dengan serius.

    Hebatnya lagi, dari evaluasi ANRI sebelumnya, Kabupaten Banjar ternyata udah nangkring di posisi lima besar nasional untuk urusan kearsipan. Keren kan? Nilai auditnya aja mayoritas ‘B’, malah ada yang tembus ‘A’.

    Dengan kerjasama yang solid antara Dispersip, SKPD, dan bimbingan dari ANRI, Pemkab Banjar optimis banget tahun ini bisa tembus tiga besar nasional. Apalagi, Kabupaten Banjar ini dinobatkan jadi salah satu pelopor pertama yang pakai aplikasi Srikandi. Transaksi kearsipan elektroniknya aja udah signifikan banget!

    Andriea Salamun, sang narasumber dari ANRI, juga ngapresiasi banget upaya Pemkab Banjar. Menurutnya, ini bukti nyata komitmen mereka buat ngelola administrasi modern. Selain Srikandi, sinergi antara dinas dan Dispersip juga ditekankan biar arsip bisa jadi memori kolektif daerah yang bermanfaat buat masyarakat luas.

  • Wali Kota Banjarbaru Tebar Kebaikan untuk Anak Yatim di Bulan Muharram

    Wali Kota Banjarbaru Tebar Kebaikan untuk Anak Yatim di Bulan Muharram

    Pemerintah Kota Banjarbaru menggelar acara spesial untuk memperingati Hari Asyura atau 10 Muharram 1448 H. Acara ini diisi dengan penyerahan bingkisan dan santunan yang ditujukan bagi anak yatim/piatu di seluruh penjuru kota. Suasana khidmat menyelimuti Masjid Uriansyah di Kelurahan Landasan Ulin Utara pada Kamis, 25 Juni 2026, sejak pukul 09.00 pagi.

    Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, turut hadir langsung untuk menyerahkan santunan tersebut. Beliau menekankan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar agenda tahunan biasa, melainkan sebuah wujud nyata dari ajaran agama tentang pentingnya kasih sayang dan tanggung jawab sosial.

    “Menyantuni anak yatim di momen 10 Muharram ini adalah tradisi kita, sekaligus cara untuk menunjukkan nilai-nilai kasih sayang dan kepedulian sosial yang diajarkan agama,” ujar Hj. Erna Lisa Halaby.

    Tahun ini, sebanyak 435 anak yatim piatu dari 5 kecamatan dan 20 kelurahan di Banjarbaru berkesempatan menerima bantuan. Bantuan yang diberikan berupa dana tunai ini merupakan hasil kolaborasi dan semangat gotong royong dari berbagai pihak di masyarakat.

    Wali Kota Banjarbaru tak lupa mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang terjalin. “Atas nama Pemerintah Kota Banjarbaru dan pribadi, saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada semua pihak yang sudah berpartisipasi. Semoga kegiatan ini menjadi amal jariyah yang dilipatgandakan balasannya oleh Allah SWT,” harapnya.

    Lebih lanjut, Hj. Erna Lisa Halaby berharap momen 10 Muharram ini bisa semakin menumbuhkan rasa kepedulian di masyarakat, tidak hanya untuk anak yatim, tetapi juga terhadap tetangga dan kerabat yang membutuhkan.

    Di akhir acara, Wali Kota juga mengingatkan para aparatur pemerintah wilayah yang hadir untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Banjarbaru. “Saya minta kepada seluruh Camat dan Lurah yang hadir, tetaplah bersemangat memberikan pelayanan dan kinerja yang terbaik untuk masyarakat Kota Banjarbaru,” pungkasnya.

  • Banjarbaru Makin Berkilau: Beragam Inisiatif Bangkitkan Ekonomi hingga Perkuat Layanan Publik

    Banjarbaru terus berbenah untuk meningkatkan kualitas hidup warganya. Mulai dari mendorong kemandirian ekonomi melalui pelatihan seni kriya bagi warga Sumber Makmur bersama praktisi Dekranasda, hingga mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan zaman.

    Wali Kota Banjarbaru, Lisa, menegaskan pentingnya pelayanan kesehatan yang merata. Ia menargetkan RSD Idaman menjadi rumah sakit pilihan utama masyarakat tanpa ada perbedaan pelayanan bagi siapapun. Komitmen ini juga diperkuat dengan pelatihan bagi para kader Posyandu dan pembina yang kini dibekali kemampuan skrining kesehatan warga.

    Di sisi lain, aparatur pemerintahan juga digenjot agar lebih peka dan responsif. Melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Camat dan Lurah, Sekda menekankan peran penting mereka sebagai garda terdepan pelayanan publik. Tak lupa, ASN Banjarbaru juga menunjukkan komitmennya dengan deklarasi untuk menuntaskan tunggakan PBB.

    Wali Kota Lisa juga menunjukkan kepeduliannya dengan berbagi berkah Asyura kepada anak yatim. Sementara itu, Pemerintah Kota Banjarbaru aktif membuka peluang kerja melalui sertifikasi Satpam dan berkolaborasi dengan BNN untuk meluncurkan pedoman pencegahan narkoba demi menyelamatkan generasi muda.

    Semangat kebersamaan juga terlihat dari keberangkatan kafilah Kota Banjarbaru menuju ajang MTQN ke-37 Kalimantan Selatan. Semua langkah ini menunjukkan Banjarbaru yang semakin bersinar dan siap melayani warganya dengan lebih baik.

  • Sekda Banjarbaru Ingatkan Camat-Lurah: Jadi Garda Terdepan yang Tanggap!

    Sekda Banjarbaru Ingatkan Camat-Lurah: Jadi Garda Terdepan yang Tanggap!

    Pemerintah Kota Banjarbaru baru saja menggelar rapat koordinasi (rakor) yang melibatkan seluruh camat dan lurah se-Kota Banjarbaru. Acara yang diadakan di aula Kecamatan Landasan Ulin ini bukan sekadar pertemuan rutin, tapi forum penting untuk mengevaluasi dan menyelaraskan pelayanan publik. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarbaru, Sirajoni, turut hadir dan memimpin langsung jalannya diskusi.

    Kali ini, rakor punya agenda spesial, yaitu membahas tuntas soal penentuan batas wilayah antar kelurahan. Supaya semua jelas dan punya dasar hukum yang kuat, Pemkot Banjarbaru menggandeng Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Lambung Mangkurat (LPPM ULM) serta Badan Pertanahan Nasional (BPN). Sirajoni menekankan betapa pentingnya kejelasan batas wilayah ini agar ke depannya tidak sampai menimbulkan masalah sosial atau administrasi yang ruwet. Ia berharap kolaborasi antara lurah, camat, pakar dari ULM, tim ahli Walikota, dan BPN bisa mempercepat proses pemetaan yang akurat sesuai kondisi lapangan.

    Selain soal batas wilayah, perhatian juga tertuju pada upaya Pemkot Banjarbaru untuk memberikan pelayanan publik yang merata untuk semua kalangan masyarakat. Dengan melibatkan Dinas Sosial, Sekda mendorong konsep ‘Kecamatan Inklusif’. Ini berarti, setiap kantor kecamatan dan kelurahan harus benar-benar ramah bagi penyandang disabilitas, kelompok rentan, dan lansia, baik dari sisi fasilitas maupun cara melayani.

    Di akhir acara, Sirajoni menyampaikan apresiasinya kepada para camat dan lurah yang dianggapnya sebagai ujung tombak pelayanan. Ia pun memberikan tiga pesan penting yang perlu segera diterapkan di lapangan: pertama, tingkatkan kualitas pelayanan publik dengan memanfaatkan teknologi digital; kedua, tingkatkan kepekaan terhadap isu-isu sosial dan lingkungan; dan ketiga, perkuat kerjasama antar berbagai sektor.

  • Wali Kota Lisa Tekankan Pelayanan Tanpa Pandang Bulu di RSD Idaman

    Wali Kota Lisa Tekankan Pelayanan Tanpa Pandang Bulu di RSD Idaman

    Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, baru-baru ini menggelar pertemuan dengan seluruh staf Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman. Tujuannya jelas: memupuk disiplin, integritas, dan yang terpenting, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Acara yang diadakan di aula lantai 4 RSD Idaman ini menjadi momen penting untuk menyatukan visi dan misi rumah sakit.

    Dalam sambutannya, Wali Kota Lisa tak lupa menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh tim medis, tenaga kesehatan, hingga staf administrasi yang telah bekerja keras melayani masyarakat. Beliau menekankan bahwa rumah sakit adalah garda terdepan pelayanan publik Pemko di sektor kesehatan. Oleh karena itu, profesionalisme dan dedikasi setiap pegawai adalah kunci utama untuk membangun kepercayaan masyarakat.

    Dengan status BLUD yang dimiliki RSD Idaman, ada fleksibilitas dalam manajemen rumah sakit. Namun, Wali Kota Lisa mengingatkan bahwa fleksibilitas ini harus dibarengi dengan tanggung jawab besar, akuntabilitas yang tinggi, dan komitmen kuat untuk terus berinovasi dalam pelayanan. Beliau menggarisbawahi empat pilar penting yang wajib dipegang teguh oleh seluruh pegawai: integritas dan disiplin yang tak tergoyahkan, pelayanan prima yang sarat keramahan (hospitality), kerja sama tim yang solid, serta semangat untuk terus meningkatkan kompetensi diri.

    Fokus utama Wali Kota Lisa tertuju pada kesetaraan pelayanan. Ia secara tegas mengingatkan bahwa setiap pasien memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan terbaik, tanpa terkecuali, terlepas dari latar belakang sosial atau kemampuan ekonomi mereka. RSD Idaman harus menjadi tempat yang melayani dengan hati, penuh empati, dan tanpa sedikit pun nuansa diskriminasi.

    “Ingatlah, mereka yang datang ke sini sedang sakit atau mungkin dalam kecemasan mendampingi orang terkasih. Kesembuhan bukan hanya soal obat, tapi juga tentang senyuman tulus, sapaan hangat, dan empati yang mendalam. Mari layani semua tanpa memandang status,” pesan kuat Wali Kota Lisa kepada seluruh jajaran.

    Pemerintah Kota Banjarbaru sendiri menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Termasuk, memberikan perhatian penuh pada kesejahteraan para pegawai BLUD sebagai wujud penghargaan atas dedikasi mereka dalam memberikan pelayanan terbaik bagi warga Banjarbaru.

  • Warga Sumber Makmur Makin Kreatif Lewat Pelatihan Seni Kriya Bareng Praktisi Banjarbaru

    Warga Sumber Makmur Makin Kreatif Lewat Pelatihan Seni Kriya Bareng Praktisi Banjarbaru

    Biar makin mandiri secara ekonomi, warga Desa Sumber Makmur nggak cuma-cuma dibekali keterampilan baru. Kali ini, mereka diajarin seni kriya langsung sama para ahlinya dari Dekranasda Banjarbaru. Pelatihan yang digagas CSR PT Borneo Indobara ini berlangsung selama enam hari, dari tanggal 14 sampai 19 Juni 2026, dan fokusnya ngebikin warga makin jago bikin produk kreatif.

    Kegiatan ini adalah bukti nyata dari kesepakatan antara CSR PT Borneo Indobara dan Pemerintah Desa Sumber Makmur. Tujuannya jelas, supaya warga jadi lebih produktif dan mandiri. Nah, yang ngajarin di sini bukan sembarangan, ada Reni dari SBK Sasirangan, yang juga pengurus Dekranasda Banjarbaru. Bareng beliau, peserta diajak kenalan sama berbagai teknik kerajinan yang punya nilai lokal banget.

    “Semangat belajarnya luar biasa, kelihatan banget. Potensi kreativitasnya juga gede, ini modal penting buat bikin produk yang unik dan punya ciri khas sendiri,” kata Reni soal pengalamannya ngajar di Banjarbaru, (26/06/2026).

    Selama enam hari pelatihan, ada 30 warga yang didampingi langsung sama Reni dan Sandi Agustinus. Mereka diajarin seluk-beluk soal:

    * Pentingnya sejarah dan budaya di balik kain Sasirangan.

    * Cara bikin motif dan mewarnai kain.

    * Bikin produk eco print pakai bahan-bahan alami yang ramah lingkungan.

    * Gimana caranya ngembangin usaha dan memasarkan produk biar laku.

    Silvyna Aditia dari Manajemen CSR PT Borneo Indobara menambahkan, dipilihnya praktisi berpengalaman kayak dari SBK Sasirangan itu biar warga nggak cuma bisa bikin, tapi juga bisa bikin produk yang sesuai sama standar pasar. “Kami dukung banget pengembangan produk lokal yang potensial, termasuk bantu bukain jalan buat pameran, baik di dalam negeri sampai luar negeri,” ungkapnya.

    Kepala Desa Sumber Makmur, Muhammad Adib, ngucapin terima kasih banyak atas kerjasama yang udah terjalin. Dia berharap, pelatihan ini bisa jadi pemacu semangat buat warganya bikin produk unggulan desa yang nggak kalah saing.

    Dengan bimbingan dari para profesional ini, program ini diharapkan bisa memunculkan usaha-usaha kreatif baru di Desa Sumber Makmur. Harapannya, ini bisa ngangkat identitas budaya daerah sekaligus ningkatin taraf ekonomi warga secara berkelanjutan.

  • Hello world!

    Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!